Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Upayakan Santunan

Admin
14 Okt 2026 15:46
3 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengupayakan santunan bagi keluarga dua anak yang meninggal dunia dalam kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong. Koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) juga disiapkan untuk membantu ayah kedua anak tersebut yang mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan.

Kebakaran yang terjadi Selasa (13/10/2026) malam itu menewaskan dua anak bersaudara berusia 7 tahun dan 3 tahun. Ayah mereka, HN, mengalami luka bakar sekitar 75 persen saat berupaya menyelamatkan anak-anaknya. Ia dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Aji Muhammad Parikesit pada Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya sedang mendata jumlah rumah yang terbakar dan terdampak, kondisi korban, serta kebutuhan setiap keluarga. Data tersebut diperlukan untuk menentukan bantuan yang sesuai dengan kondisi warga.

“Saya meminta data secara detail, berkaitan dengan jumlah rumah yang terbakar, rumah yang terdampak, serta jumlah korban, terutama korban meninggal dunia,” ungkap Rinda.

Untuk kebutuhan mendesak, Dinsos Kukar menyiapkan bantuan kebutuhan dasar berupa makanan dan sandang bagi warga terdampak. Sementara itu, santunan bagi keluarga korban meninggal dunia dan korban yang masih dirawat akan diupayakan melalui koordinasi dengan Kemensos.

“Untuk korban meninggal dunia, rencananya kami akan berkomunikasi dengan Kemensos terkait santunan kematian untuk dua anak tersebut. Termasuk juga korban yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, akan kami koordinasikan terkait bantuan santunannya,” jelasnya.

Rinda menerangkan, Dinsos Kukar tidak memiliki program santunan kematian yang dianggarkan secara khusus. Karena itu, bantuan bagi keluarga korban akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat dan masih memerlukan kelengkapan data pendukung.

Kebakaran tersebut juga menghanguskan 11 bangunan, terdiri atas rumah warga, bangsal sewaan tujuh pintu, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Pemkab Kukar juga menyiapkan dukungan bagi anak-anak dari keluarga terdampak, terutama untuk kebutuhan sekolah yang ikut terbakar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan pengadaan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang kehilangan seragam dan kebutuhan lainnya.

“Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” kata Aulia.

Aulia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman. Warga diminta memastikan api di dapur telah padam, memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian, serta mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan.

“Bahkan ketika meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya listrik yang ada di rumah itu dimatikan total sehingga tidak menimbulkan kemungkinan korsleting listrik di rumah-rumah kita,” tegasnya.

Rinda turut mengimbau masyarakat memeriksa instalasi listrik dan menggunakan peralatan elektronik secara aman, terutama di tengah kondisi El Nino yang memicu kekeringan. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x