BERITA

Cegah Penurunan Populasi Sapi, Kutim Programkan Inseminasi Buatan

Cegah Penurunan Populasi Sapi, Kutim Programkan Inseminasi Buatan
Pemberian vaksinasi terhadap hewan ternak di Kutim. (Dok. Diskominfo Kutim)

KUTIM – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mewabah di Indonesia setahun belakangan ini, dapat mengancam populasi hewan ternak. Terlebih hewan ternak konsumsi juga dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Mencegah hal itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur  (Pemkab Kutim) tengah gencar melakukan vaksinasi. Dari total 19 ribu ekor sapi, sebanyak 6000 ekor di antaranya telah mendapat vaksin.

Bahkan, Pemkab Kutim sejak awal 2022 hingga awal 2023 ini tidak memperbolehkan bibit sapi yang berasal dari luar daerah untuk masuk ke wilayah kutim. Sebab dikhawatirkan dapat memperparah penyebaran virus.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim, Dyah Ratnaningrum mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mempertahankan populasi sapi di daerah.

Advertisements

Salah satu opsinya adalah inseminasi buatan (IB) yang dilakukan secara massal di Kutim. “Tahun ini kita belum ada peluang untuk mendatangkan bibit sapi, karena PMK beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Inseminasi buatan, sambung Dyah adalah teknik mengawinkan ternak dengan cara memasukkan semen yang telah diencerkan dengan cairan tertentu ke dalam saluran alat reproduksi betina yang sedang dalam masa suburnya.

Dengan tujuan, dapat mempertahankan populasi sapi khususnya yang ada di wilayah Kutim. Tidak hanya itu, inseminasi buatan ini diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi.

“Kita takutnya, populasi sapi berkurang, karena itu tahun ini kami akan melakukan inseminasi buatan secara besar-besaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan vaksinasi PMK yang dilakukan terhadap 6000 ekor sapi, ada 4000 ekor diantaranya yang betina. Oleh karenanya, ada kemungkinan masih banyak sapi betina yang belum terdata.

Inseminasi buatan memang bukan hal baru dalam peternakan, namun memang penerapannya dalam beberapa tahun ini kurang maksimal. “IB ini sebenarnya jauh lebih baik dari perkawinan alami. Sebab dengan IB, maka bibit yang disuntikkan itu jelas bibit unggul,” ujarnya.

Advertisements

Dyah membeberkan bahwa meskipun induknya hanya sapi lokal, anaknya nanti pasti akan lebih bagus. (Red)

Comments

POPULER

To Top