Ramai Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah di SDN 001 Bontang Selatan 

Admin
13 Jul 2026 09:42
2 menit membaca

BONTANG – Suasana berbeda terlihat di SDN 001 Bontang Selatan pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026). Tak hanya dipenuhi wajah-wajah ceria siswa baru, sejumlah ayah juga tampak mengantar langsung buah hati mereka sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Sebanyak 72 peserta didik baru mengikuti hari pertama pembelajaran yang dirangkai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kedatangan para siswa didampingi orang tua, dengan sebagian besar ayah meluangkan waktu untuk hadir sebelum berangkat bekerja.

Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, mengatakan pelaksanaan hari pertama sekolah berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para orang tua.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami juga melihat cukup banyak ayah yang hadir mengantar anak-anaknya ke sekolah pada hari pertama,” ujarnya.

Menurut Novita, sekolah telah menyosialisasikan Gerakan Ayah Mengantar Anak melalui surat edaran dan media informasi kepada seluruh wali murid. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas imbauan pemerintah untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.

Ia menilai kehadiran ayah memiliki makna lebih dari sekadar mengantar ke sekolah. Momen tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.

Meski demikian, Novita mengakui belum semua ayah dapat berpartisipasi. Sebagian orang tua laki-laki harus tetap bekerja sejak pagi, sementara lainnya terkendala aturan jam kerja sehingga tidak memungkinkan hadir mengantar anak.

“Banyak yang sebenarnya ingin mengantar, tetapi terbentur pekerjaan. Ada yang bekerja sebagai karyawan, pedagang, buruh hingga nelayan yang memang harus mulai beraktivitas sejak pagi,” jelasnya.

Karena itu, masih ada ibu yang mendampingi anak-anak mereka ke sekolah untuk menggantikan peran ayah yang berhalangan hadir.

Novita berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di hari pertama sekolah, melainkan menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan keluarga.

“Peran ayah dalam pendidikan anak sangat penting. Kami berharap keterlibatan ini terus berlanjut, bukan hanya saat hari pertama sekolah, tetapi juga dalam mendampingi proses belajar anak ke depannya,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x