Kondisi minim pencahayaan di Pelataran Bontang Kuala. Foto (Mukson/Memonesia)BONTANG – Kondisi minimnya penerangan di Pelataran Bontang Kuala (BK) menjadi sorotan masyarakat khususnya warga sekitar yang khawatir banyak aktivitas negatif yang dilakukan para pengunjung.
Terlebih, lokasi tersebut semakin ramai dikunjungi setelah mengalami perbaikan pada akhir 2025. Tempet tersebut semkain menjadi tempat favorit nongkrong, karena lokasi berada di pesisir laut.
Namun, di tengah tingginya kunjungan, persoalan fasilitas justru mulai disorot. Sejumlah pengunjung menilai penerangan di area pelataran masih minim, sehingga banyak sudut tampak gelap saat malam hari.
Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan persoalan sosial. Meski kawasan ini telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, keterbatasan pencahayaan dianggap membuat pengawasan tidak maksimal.
Kekhawatiran warga menguat setelah Sabtu malam (24/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, sekelompok pelajar terlihat berkumpul di kawasan pelataran. Beberapa di antaranya kedapatan merokok di area publik.
Salah seorang pengunjung, Mukson, mengaku prihatin dengan perilaku tersebut. Menurutnya, ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik, bukan justru memberi ruang bagi kebiasaan menyimpang.
“Walaupun hari libur, kebiasaan seperti ini tetap tidak pantas dilakukan, apalagi mereka masih berstatus pelajar,” ujarnya.
Ia menilai minimnya penerangan membuat kawasan pelataran rawan disalahgunakan, tidak hanya untuk merokok, tetapi juga aktivitas lain yang melanggar norma.
“Kalau kondisinya gelap, orang bisa berbuat apa saja. Ini yang dikhawatirkan, termasuk aktivitas mesum oleh pelajar atau pemuda,” katanya.
Mukson berharap Pemerintah Kota Bontang segera melakukan evaluasi serius, terutama dengan menambah lampu penerangan di sejumlah titik, agar Pelataran Bontang Kuala tidak berubah menjadi ruang publik yang rawan disalahgunakan.
Tidak ada komentar