ADVERTORIAL

Gelar Sosialisasi GSI, Upaya Mencegah Kematian pada Ibu

CEGAH KEMATIAN IBU: Melalui sosialisasi ini, diharapkan peran ibu-ibu di Kecamatan Bontang Utara ini bisa memberikan informasi dan pengetahuan dalam menekan angka kematian ibu dan anak. (Fajri untuk Memonesia.com)

BONTANG- Dalam upaya mencegah bahaya kematian ibu dan anak, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Bontang Utara, menggelar sosialisasi gerakan sayang ibu (GSI), Selasa (11/02).

“Perlu dilakukan pencegahan penyakit yang menyebabkan kematian kepada ibu, terutama penyakit yang bisa menular kepada anak,” tuturnya di Balai Pertemuan Umum (BPU) Bontang Utara.

Dalam pemaparannya, Bidan Puskesmas Bontang Utara 1 Norlinah menyampaikan salah satu penyumbang kematian pada ibu disebabkan masa kehamilan di usia 35 tahun.

Kesakitan yang dialami ditambah kekurangan gizi, biasanya juga disebabkan adanya keterlambatan mendiagnosa, terlambat bertemu perangkat kesehatan, dan lambat dirujuk serta kerap mengalami sakit.

Ia menjelaskan, upaya menghindari kematian ibu juga perlunya menjaga perilaku kesehatan, mengkonsumsi makanan yang sehat, serta memperhatikan asupan gizi.

Adapun poin yang juga menjadi penyebab dari kematian ibu, seperti terlalu muda menikah. Umur di bawah 20 tahun di mana semua alat reproduksinya belum siap.

Kemudian terlalu sering melahirkan. Padahal reproduksi sehat itu harus kosong selama dua tahun untuk mengembalikan kandungan dan meningkatkan hemoglobin serta daya tahan tubuh. Selanjtnya terlalu tua untuk hamil, yakni usia 40 tahun ke atas.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bontang Utara, Amiyudi Amrin Usman mengatakan, dengan digelarnya kegiatan sosialisasi GSI ini dapat lebih meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Kami tentu memaksimalkan peran ibu-ibu di Kecamatan Bontang Utara ini untuk memberikan informasi dan pengetahuan dalam menekan angka kematian ibu dan anak,” sebutnya.

Pada kesempatan ini, puluhan ibu-ibu begitu antusias mengekuti kegiatan tersebut. Diketahui, angka kematian 2018 terdapaat satu kasus, keudian 2019 terdapat dua kasus. (Arsyad Mustar)

.
Comments

POPULER

To Top