Plt Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto. (Memonesia/Han)SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi SDM sejak dini. Saat ini, Kutim memiliki 353 satuan PAUD yang tersebar di berbagai kecamatan.
Plt Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan layanan PAUD di daerah ini mencakup berbagai jenis satuan. Berdasarkan data terbaru, Kutim memiliki 201 Taman Kanak-kanak (TK), 127 Kelompok Bermain (KB), 18 Satuan PAUD Sejenis (SPS), serta 7 Taman Pengasuhan Anak (TPA).
“PAUD memberikan pelayanan untuk anak usia nol sampai enam tahun. Jadi bukan hanya TK, tetapi juga kelompok bermain dan taman pengasuhan anak,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Heri menjelaskan, layanan PAUD kini diarahkan menjadi lebih holistik-integratif. Artinya, lembaga PAUD tidak hanya fokus pada kegiatan belajar, melainkan juga memperhatikan aspek kesehatan, gizi, dan pengasuhan. Perubahan istilah dari “penitipan anak” menjadi “taman pengasuhan anak” mencerminkan perkembangan konsep tersebut.
“Kalau disebut penitipan anak, seolah-olah hanya dititipkan. Padahal, taman pengasuhan anak memberikan stimulasi tumbuh kembang yang terarah,” jelasnya.
Ia menambahkan, variasi lembaga PAUD di Kutim semakin menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Beberapa TPA sudah menerima anak sejak usia dua tahun, bahkan sejak tiga bulan, sesuai regulasi yang berlaku.
Keberadaan lembaga-lembaga ini dinilai sangat membantu orang tua yang bekerja, terutama di wilayah perkotaan maupun area perusahaan. Selain pembelajaran, layanan PAUD kini mencakup dukungan pengasuhan dan pembentukan karakter.
“Anak-anak mendapatkan pembinaan sejak dini, sementara orang tua tetap bisa produktif,” tutupnya.
Tidak ada komentar