Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) saat menyerahkan tablet ke salah satu siswa.BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai merealisasikan program digitalisasi pembelajaran dengan membagikan 1.600 unit tablet kepada siswa kelas IX di seluruh SMP Negeri se-Kota Bontang.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa pembagian tahap pertama ini merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Bontang yang bertujuan mendukung kebijakan paperless learning atau pembelajaran tanpa kertas.
“Awalnya targetnya 3.000 unit, tapi anggaran baru cukup untuk para siswa kelas 9. Tapi kami tetap melakukan upaya percepatan agar program ini segera terealisasi sepenuhnya,” ujarnya, Jumat (17/10/2026).
Abdu Safa menyebutkan, untuk saat ini program tersebut belum menjangkau sekolah swasta maupun jenjang SD, sementara jenjang SMA tidak termasuk dalam kewenangan pemerintah kota.
“Untuk di anggaran murni 2026 bisa jadi ada tambahan unit tablet, tapi kita belum bisa pastikan berapa nominal anggaran yang masuk. Begitu juga dengan jumlah tablet yang akan dibagikan nantinya,” katanya.
Adapun nilai satuan perangkat mencapai sekitar Rp10 juta per unit, dengan total anggaran keseluruhan mencapai Rp16 miliar.
Lebih lanjut, Abdu Safa menegaskan bahwa tablet tersebut tidak diperbolehkan dibawa pulang oleh siswa dan hanya dapat digunakan di lingkungan sekolah.
“Jadi ditaruh di sekolah, supaya menghindari penyalahgunaan penggunaan tablet selain untuk belajar,” imbuhnya.
Program ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sistem pendidikan Bontang menuju era pembelajaran digital yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.
Tidak ada komentar