Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Plt Kabag Kesra) Kutim, Muhammad Samsudi.Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memastikan anggaran Beasiswa Kutim Tuntas tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi anggaran yang semula Rp19 miliar pada 2024 kini naik menjadi Rp25 miliar.
Kabar tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Plt Kabag Kesra) Kutim, Muhammad Samsudi, Selasa (11/11/2025). Ia menyebut kenaikan ini dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan pendaftar yang mencapai angka tertinggi sejak program digulirkan.
“Baru pertama kali terjadi, pendaftarnya mencapai 10.000 orang. Sebelumnya hanya sekitar 2.000, lalu meningkat menjadi 5.000 di tahun-tahun terakhir,” ujarnya.
Samsudi menjelaskan, peningkatan jumlah pendaftar turut dipengaruhi perubahan kebijakan beasiswa di tingkat provinsi. Program Beasiswa Kaltim Tuntas kini digantikan Gratispol yang hanya menyasar mahasiswa baru. Sementara Beasiswa Kutim Tuntas tetap mengikuti skema lama yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif.

“Penerima manfaat harus sudah lewat semester satu karena kami meminta nilai IPK mahasiswa itu,” terangnya.
Program Beasiswa Kutim Tuntas dibagi dalam dua kategori, yaitu beasiswa tuntas dan stimulan. Berdasarkan data sementara sebelum masa sanggah dimulai, terdapat 1.100 calon penerima manfaat: 300 mahasiswa kategori tuntas dan 800 mahasiswa kategori stimulan.
Untuk beasiswa tuntas, pembiayaan diberikan hingga mahasiswa menyelesaikan masa studi maksimal delapan semester. “Misalnya dia mendaftar di semester tiga, maka kami bayarkan dari semester tiga sampai delapan,” jelas Samsudi.
Adapun beasiswa stimulan hanya diberikan sekali dalam satu tahun anggaran. Jika mendaftar di semester lima, maka pembiayaan diberikan untuk semester tersebut saja, namun mahasiswa masih bisa kembali mendaftar pada tahun berikutnya.
Saat ini program tengah memasuki masa sanggah, yakni periode bagi peserta untuk mengajukan keberatan atau klarifikasi terhadap hasil seleksi administrasi. Setelah proses ini selesai, daftar penerima akan diusulkan ke bagian hukum untuk diterbitkan dalam Surat Keputusan Bupati Kutim.
Meski proyeksi APBD Kutim tahun depan diperkirakan mengalami penurunan, Samsudi memastikan nilai anggaran beasiswa kemungkinan besar tetap dipertahankan. “Karena ini program prioritas pemerintah, jadi akan terus berlanjut dengan nilai yang mungkin sama,” tegasnya.
Program Beasiswa Kutim Tuntas terus menjadi salah satu instrumen penting Pemkab Kutim dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi anak daerah, sekaligus memperkuat fondasi generasi muda yang berdaya saing.
Tidak ada komentar