Anggaran Seragam Gratis untuk Anak Korban Kebakaran di Kukar Ditambah

Admin
15 Okt 2026 14:32
2 menit membaca

MEMONESIA.COM, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penambahan anggaran program seragam sekolah gratis untuk membantu siswa yang kehilangan perlengkapan belajar akibat kebakaran. Bantuan ini akan disalurkan melalui program yang sudah berjalan, termasuk bagi siswa terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan penyaluran bantuan masih menunggu pendataan dan verifikasi calon penerima. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah siswa terdampak serta kebutuhan perlengkapan sekolah mereka.

“Kalau di Muara Muntai kemarin ada 12 paket, satu paket untuk satu orang,” ungkap Pujianto, Kamis (15/10/2026).

Sebelumnya, Disdikbud Kukar telah menyalurkan 12 paket bantuan kepada siswa korban kebakaran di Kecamatan Muara Muntai. Sementara itu, bantuan untuk siswa yang terdampak kebakaran di Tenggarong masih disiapkan.

Jumlah paket yang akan diberikan di Tenggarong belum ditetapkan. Disdikbud masih menunggu hasil pendataan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan siswa yang kehilangan seragam maupun perlengkapan sekolah lainnya.

Pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah, pengurus RT, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur terkait. Langkah ini untuk memastikan identitas calon penerima dan kebutuhan perlengkapan sekolah berdasarkan kondisi masing-masing keluarga.

Pujianto menjelaskan, penambahan anggaran akan dilakukan melalui program seragam sekolah gratis yang sudah tersedia. Dengan skema tersebut, pemerintah daerah tidak perlu membentuk program anggaran baru secara terpisah untuk menangani siswa korban kebakaran.

Hingga Kamis (15/10/2026), jadwal penyaluran bantuan bagi siswa terdampak kebakaran di Tenggarong belum ditetapkan. Disdikbud masih menyelesaikan pendataan dan koordinasi sebelum menentukan jumlah paket serta waktu distribusi.

“Untuk waktu penyalurannya yang lain-lain, kita masih menyesuaikan dengan proses pendataan dan koordinasi yang sedang berjalan,” jelas Pujianto. (Adv/Ns)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x