Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Foto: Nur/Memonesia)BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan anggaran sekitar Rp29 miliar untuk melaksanakan program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditujukan bagi peserta didik di semua jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa di Kota Bontang yang mencapai sekitar 29 ribu anak. Masing-masing akan menerima bantuan sebesar Rp1 juta per tahun.
“Kalau satu anak diasumsikan menerima satu juta rupiah, tinggal dikalikan saja dengan 29 ribu siswa. Jadi totalnya sekitar 29 miliar rupiah,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Abdu menjelaskan, dana bantuan KBP dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa seperti pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS), kegiatan praktikum, serta pembelajaran tambahan lainnya. Program ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan teknis program kemungkinan akan berada di bawah koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bontang, mengingat sifatnya yang berkaitan dengan bantuan keuangan.
“Disdik akan fokus menyiapkan data penerima serta mendata kebutuhan yang bisa dibiayai dari bantuan tersebut. Untuk pelaksanaannya, kemungkinan besar dikelola oleh Kesra,” jelasnya.
Kartu Bontang Pintar merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Program ini diharapkan dapat memastikan seluruh anak di Kota Bontang memperoleh akses pendidikan tanpa hambatan biaya, sekaligus memberikan pemertaan pendidikan untuk siswa-siswi yang kurang mampu, hingga berada di wilayah pelosok dan pesisir.
Tidak ada komentar