Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kupang

Admin
27 Mar 2026 22:56
Berita 0
4 menit membaca

KUPANG –  PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, melalui penguatan kolaborasi bersama petani, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Komitmen tersebut kembali ditegaskan pada Temu Tani Ketahanan Pangan Program Agrosolution Tahun 2026 di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lama ini.

Hadir pada kesempatan itu, Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, Gustaaf AC Patty dan Sukardi Rinakit, sebagai bentuk langkah nyata perusahaan mendorong wilayah dengan karakteristik lahan kering seperti Kabupaten Kupang, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.

Dijelaskan Gustaaf AC Patty, temu tani menjadi wadah strategis sekaligus ruang dialog yang konstruktif antara Pupuk Kaltim bersama seluruh pemangku kepentingan, terkait berbagai tantangan hingga peluang pengembangan sektor pertanian berkelanjutan yang berangkat dari kondisi riil petani.

Hal ini melihat Kabupaten Kupang memiliki potensi pertanian sangat besar, khususnya produksi padi serta komoditas unggulan yang berperan penting terhadap stabilitas pasokan pangan. Untuk itu sistem pertanian yang tangguh, efisien dan adaptif dalam jangka panjang perlu dibangun melalui sinergi multipihak, agar mampu menjawab tantangan dan dinamika kebutuhan pangan di masyarakat.

“Hal ini selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa kedaulatan pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Bagi Pupuk Kaltim, semangat tersebut menjadi landasan penting menjalankan peran melalui program Agrosolution yang terus diperkuat dari tahun ke tahun,” ungkap Gustaaf.

Dijelaskannya, Agrosolution merupakan salah satu inisiatif strategis Pupuk Kaltim menghadirkan solusi pertanian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, Agrosolution juga menekankan pendekatan menyeluruh mulai dari edukasi budidaya, pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga penguatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

“Melalui pendekatan ini, Pupuk Kaltim memastikan petani tidak hanya memperoleh akses terhadap agri input, tapi juga pemahaman tepat terkait tata kelola pertanian tanpa mengabaikan keberlanjutan lahan dalam jangka panjang,” terang Gustaaf.

Hal senada diungkapkan Sukardi Rinakit, yang menyebut Pupuk Kaltim memandang ketahanan pangan sebagai agenda nasional yang butuh keterlibatan seluruh elemen, termasuk industri pupuk sebagai penyedia input penting bagi sektor budidaya. Maka dari itu, perusahaan menilai keberhasilan program pertanian tidak dapat dibangun secara parsial, melainkan harus didukung sinergi multipihak yang saling menguatkan.

Melalui Agrosolution, Kabupaten Kupang memiliki peluang besar menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan pertanian di wilayah lahan kering, sehingga ke depan dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap peningkatan produksi pangan daerah maupun nasional.

“Tantangan ke depan bukan hanya menjaga produktivitas pertanian tetap tinggi, tapi juga memastikan upaya tersebut tidak mengorbankan kesuburan tanah. Dan melalui Agrosolution, hal itu bisa kita implementaskan dengan baik,” tutur Sukardi.

Komitmen tersebut sejalan dengan arah transformasi pertanian modern yang semakin menekankan efisiensi penggunaan input, peningkatan hasil panen, serta pelestarian sumber daya lahan. Program Agrosolution pun dapat menjembatani kebutuhan praktis petani dengan visi pembangunan pertanian nasional yang lebih berdaya saing.

Terlebih dengan realisasi yang selama ini berjalan, Agrosolution mampu memacu produktivitas lahan pertanian dengan lebih optimal, dibanding tata kelola secara konvensional. Keberhasilan itu ditunjukkan dari meningkatnya hasil garapan masyarakat di berbagai daerah sasaran, pada sejumlah komoditas seperti tanaman pangan maupun hortikultura.

Terbaru, produktivitas jagung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, meningkat drastis dari rata-rata 2,5 ton per hektar menjadi 6 ton per hektar, atau melonjak sekitar 140 persen. Untuk itu Pupuk Kaltim mengajak seluruh petani bergabung dalam ekosistem Agrosolution, sehingga potensi Kabupaten Kupang dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Dengan kerja bersama, tantangan pertanian yang selama ini dihadapi dapat diubah menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan kemandirian pangan bangsa,” tambah Sukardi.

Dukungan konkret pun ditunjukkan Pupuk Kaltim dengan bantuan 500 Kilogram urea bagi kelompok tani setempat. Produk ini telah digunakan secara luas di Indonesia, salah satunya Urea Granul yang dikenal karena kualitasnya terjaga dengan kandungan nitrogen optimal, serta kemudahan pengaplikasian di lapangan.

Proses granulasi menghasilkan butiran yang seragam, sehingga urea tidak mudah menggumpal dan memiliki daya sebar yang baik. Karakteristik tersebut sangat penting dalam praktik budidaya, karena dapat membantu distribusi unsur hara lebih merata pada lahan. Dari keunggulan itu, tanaman dapat menyerap nitrogen secara efisien sesuai dengan fase pertumbuhan.

“Keunggulan ini menjadikan urea granul Pupuk Kaltim tetap menjadi salah satu pilihan utama petani dalam mendukung produktivitas tanaman. Namun demikian, produk saja tidak cukup tanpa diiringi pola pemupukan yang tepat. Disinilah Agrosolution mengambil peran melalui edukasi pemupukan berimbang,” pungkas Sukardi.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

psda 438000021

psda 438000022

psda 438000023

psda 438000024

psda 438000025

psda 438000026

psda 438000027

psda 438000028

psda 438000029

psda 438000030

psda 438000031

psda 438000032

psda 438000033

psda 438000034

psda 438000035

psda 438000036

psda 438000037

psda 438000038

psda 438000039

psda 438000040

psda 438000041

psda 438000042

psda 438000043

psda 438000044

psda 438000045

psda 438000046

psda 438000047

psda 438000048

psda 438000049

psda 438000050

psda 438000051

psda 438000052

psda 438000053

psda 438000054

psda 438000055

psda 438000056

psda 438000057

psda 438000058

psda 438000059

psda 438000060

psda 438000061

psda 438000062

psda 438000063

psda 438000064

psda 438000065

cuaca 638000086

cuaca 638000087

cuaca 638000088

cuaca 638000089

cuaca 638000090

cuaca 638000091

cuaca 638000092

cuaca 638000093

cuaca 638000094

cuaca 638000095

cuaca 638000096

cuaca 638000097

cuaca 638000098

cuaca 638000099

cuaca 638000100

article 710000101

article 710000102

article 710000103

article 710000104

article 710000105

article 710000106

article 710000107

article 710000108

article 710000109

article 710000110

article 710000111

article 710000112

article 710000113

article 710000114

article 710000115

article 710000116

article 710000117

article 710000118

article 710000119

article 710000120

article 710000121

article 710000122

article 710000123

article 710000124

article 710000125

article 710000126

article 710000127

article 710000128

article 710000129

article 710000130

article 710000131

article 710000132

article 710000133

article 710000134

article 710000135

article 710000136

article 710000137

article 710000138

article 710000139

article 710000140

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

article 999990041

article 999990042

article 999990043

article 999990044

article 999990045

article 999990046

article 999990047

article 999990048

article 999990049

article 999990050

article 999990051

article 999990052

article 999990053

article 999990054

article 999990055

article 999990056

article 999990057

article 999990058

article 999990059

article 999990060

article 999990061

article 999990062

article 999990063

article 999990064

article 999990065

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

article 868100081

article 868100082

article 868100083

article 868100084

article 868100085

article 868100086

article 868100087

article 868100088

article 868100089

article 868100090

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

content-ciaa-1701